Menanti Kelanjutan Lakon Shakespeare Bertajuk ‘Leicester City’

leicester-champions-league759.jpg

Dalam salah satu lakonnya yang bertajuk ‘The Tempest’, William Shakespeare bercerita tentang kisah seorang mantan Adipati kota Milan, Prospero yang diketahui telah diusir lalu digantikan oleh saudaranya sendiri Antonio. Kisah tersebut menceritakan bahwa suatu hari kapal yang ditumpangi Antonio serta rombongannya karam dan membuat para penumpangnya terdampar di suatu pulau yang dihuni oleh Prospero. Lanjutan sekaligus akhir dari kisah tersebut menceritakan usaha yang dilakukan oleh rombongan tersebut untuk membunuh Prospero namun gagal berkat bantuan dari roh dan juga sihir yang dimiliki Prospero, Ariel. Berkat bantuan tersebut juga, Prospero dapat menginjakkan kakinya kembali di tanah asalnya. Secara singkat, kisah tersebut menceritakan tentang perjalanan seorang yang terpuruk bahkan terasing dalam misinya untuk meraih kembali martabatnya.

Lebih dari empat abad setelahnya, seseorang dengan nama belakang serupa juga diharapkan akan menorehkan kisah yang serupa. Ia adalah Craig Shakespeare, seorang mantan pesepakbola berkebangsaan Inggris yang sudah resmi ditunjuk sebagai manajer Leicester City musim depan setelah menjabat sebagai asisten manajer dan bahkan caretaker semenjak Claudio Ranieri dipecat pada Februari lalu.

Perjalanan Ranieri di musim keduanya memang tidak berjalan baik dan bahkan berbanding terbalik dengan apa yang ia raih di musim perdananya. Di mana secara ajaib ia mampu membawa tim semenjana yang sebenernya bukan dibaca ‘Lei-ces-ter’ melainkan ‘Leis-ter’ ini memenangi Liga Primer Inggris.

Hingga pekan ke-19, Leicester yang berstatus juara bertahan hanya mampu meraih 5 kemenangan 5 seri dan 9 kekalahan sehingga harus terjerembab di posisi ke-15 klasmen dengan selisih hanya 6 poin dari zona degradasi. Kehilangan sosok N’Golo Kante, mandulnya Jamie Vardy dan Riyad Mahrez, taktik yang sudah terbaca dan membagi waktu dengan Liga Champions pun ditenggarai sebagai sebab terpuruknya penampilan Wes Morgan dan kawan-kawan.

Meski sempat tampil gemilang pada babak grup Liga Champions. Pada 23 Februari 2017 Ranieri resmi diberhentikan dari kursi kepelatihannya setelah kalah dari Sevilla dalam babak 16 besar Liga Champions dengan skor 2-1 dan serentetan kekalahan di liga sebelumnya.

Pemecatan tersebut sempat menjadi permasalahan dan menjadi sorotan bukan hanya karena pelatih asal Italia tersebut belum genap setahun mengantarkan Leicester sebagai juara namun juga karena menurut rumor yang beredar, para pemain Leicester sendiri lah yang menekan manajemen untuk memecatnya. Banyak yang menilai pemecatan tersebut juga sebagai langkah ‘panik dan terburu-buru’, bahkan diantaranya menilai bahwa Leicester jutru akan makin terpuruk tanpa Ranieri.

craig-shakespeare-caretaker

Craig Shakespeare

Bagaimanapun, anggapan tersebut langsung terbantahkan pada pertandingan pertama Leicester tanpa Ranieri. Dalam pertandingan tersebut Leicester yang baru saja menujuk Shakespeare sebagai caretaker, berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1 yang sekaligus mengakhiri puasa gol Leicester, yang sebelumnya sama sekali belum mencetak gol di liga pada tahun 2017.

Kejutan tak berhenti di situ, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Jamie Vardy cs sukses menumbangkan Sevilla 2-0, membuat mereka unggul agregat 3-2 dan menyegel satu tempat di babak 8 besar Liga Champions meski akhirnya harus tunduk oleh Atletico Madrid.

Dalam perjalannya, Shakespeare juga sempat menorehkan rekor di mana ia menjadi manajer ketiga setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola yang mampu memenangi lima laga Liga Primer perdananya. Bahkan menurut Opta Joe, ia juga merupakan manajer pertama di Liga Primer yang mampu membawa timnya mencetak 3 gol atau lebih dalam 3 laga perdananya.

Hingga akhir musim, Shakespeare mampu membawa Leicester mengantongi delapan kemenangan, disusul tiga seri dan lima kekalahan. Hasil tersebut membuat Leicester finis di posisi 12 dengan 44 poin meyakinkan manajemen Leicester untuk mengontraknya selama tiga tahun ke depan. Shakespeare pun langsung bergerak cepat untuk membangun timnya.

Pada bursa transfer sejauh ini, selain telah mengamankan tanda tangan bek Hull City, Harry Maguire. Leicester juga sontar diberitakan telah mendekati kesepakatan dengan beberapa pemain lain seperti Jonny Evans, Kelechi Iheanacho atau juga bintang muda Norwich City Benny Ashley-Seal. Pemain-pemain tersebut tentunya diharapkan dapat mendongkrak kembali penampilan The Foxes musim depan.

Prestasi yang ditorehkan Shakespeare musim lalu, serta pergerakan transfernya bersama Leicester tentunya hanya permulaan dari lakon bertajuk ‘Leicester City’ yang ia tulis dan sutradarai ini.

Dan tentunya, menarik ditunggu apakah dalam lakon tersebut Shakespeare akan membawa Leicester City menjadi seperti Prospero, seorang Adipati Milan yang terusir dalam kisah William Shakespeare ‘The Tempest’ yang di akhir cerita mampu kembali ke trahnya atau jusrtu malah membawa Leicester City ke titik yang lebih rendah dari sebelumnya.

Let’s see!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s