Ode untuk Fellaini

lord fella.jpg

Fellaini is a post-modern art project not even Shia LaBeouf could pretend to understand” – Pangeran Siahaan

Tinggi, besar, kribo dan serampangan, siapakah dia?

Terdengar seperti lelucon pertanyaan sewaktu kanak-kanak namun empat kata tersebut lah yang paling cocok untuk menggambarkan seorang Marouane Fellaini.

Fellaini adalah anomali. Setiap orang yang ingin menjadi atlet sepakbola namun putus asa karena merasa tidak punya skill yang mumpuni harus melihat Fellaini bermain untuk kembali menghidupkan harapannya.

Memang, Fellaini memiliki postur yang tinggi dan diberkahi dengan kemampuan heading yang ciamik yang membuatnya tercatat sebagai salah satu pemain dengan aerial duel wins terbanyak di Liga Primer musim lalu. Ia juga sering kali terlihat apik dalam menerima umpan-umpan panjang dan yang tak kalah hebat tentunya kemampuannya dalam menyikut pemain lawan yang tidak kalah dengan apa yang dilakukan para pegulat WWE.

Namun sebagai seorang gelandang dalam sebuah permainan yang dinamakan sepakbola ini, tentu kita semua tahu bahwa ia tidak diberkahi kemampuan passing akurat Iniesta-esque atau pun Scholes-esque. Ia juga tidak memiliki kemampuan mengolah bola yang aduhai serta kemampuan intercept atau pun tekel (bersih) yang baik.

Fellaini mengawali karir sepakbolanya di klub asal negaranya Standard Liège pada tahun 2006 di mana ia memainkan 64 laga dan mencetak 9 gol sebelum pindah ke Everton selang dua tahun kemudian.

Namanya semakin dikenal (dan dihujat) seiring dengan kepindahannya ke Manchester United pada hari terakhir bursa transfer musim panas tahun 2013. Menyusul manajer yang membesarkannya di Everton, David Moyes si football genius, yang kala itu baru saja ditunjuk langsung oleh Sir Alex Ferguson untuk menggantikannya.

Selayaknya pertanyaan mengenai siapa sebenarnya dalang dari G30S atau ke mana hilangnya Amelia Earhart, mengapa Fellaini selalu menjadi pilihan di Manchester United siapa pun pelatihnya masih menjadi misteri yang seharusnya sudah layak dimuat dalam situs Indocropcircle.

Tentu kita tidak pernah lupa bagaimana kekeuh Mourinho tetap mempercayainnya setelah ia menjatuhkan Idrissa Gueye di kotak penalti pada injury time selang dua menit ia bermain yang akhirnya membuat Manchester United imbang melawan Everton.

Atau juga bagaimana Van Gaal terus mempercayainya dan bahkan membela Fellaini secara heroik seperti buzzer yang sedang membela politisi junjungannya, setelah ia menyikut Robert Huth.

Thank you to everyone who posted & sent me this 😂😂😂

A post shared by Marouane Fellaini (@fellaini) on

Well, entah Fellaini merupakan orang yang sangat asik dan supel sehingga para manajer Manchester United tidak sampai hati apabila menyingkirkannya atau ia ternyata mempunyai foto bugil para manajer Manchester United dan menggunakannya untuk memeras mereka untuk memainkannya, namun fakta bahwa Fellaini merupakan pemain kunci bagi para manajer United yang pernah menanganinya pun adalah valid. Suatu fakta yang mungkin berkebalikan dengan apa yang ada di pikiran para fans United.

Euforia sempat melanda para penggemar Manchester United saat terhembus rumor bahwa Galatasaray akan mengangkut pemain berusia 29 tahun tersebut. Tentu euforia ini didasarkan atas asumsi bahwa mereka tidak akan lagi ‘tersiksa’ melihat Fellaini bermain dengan emblem setan merah di dadanya tersebut.

Namun, euforia tersebut pupus setelah José Mourinho membantah kabar tersebut dan bahkan mengatakan bahwa Galatasaray lebih mudah mendapatkan dirinya dibanding sesosok pemain dengan sikut otonom tersebut. Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa Fellaini terlalu penting baginya.

fella mou

Fellaini dan Mourinho

Perkataan Mourinho semakin dipertegas saat Manchester United bertemu Real Madrid di ajang UEFA Super Cup, Rabu (9/8) lalu.

Masuk menggantikan Ander Herrera pada menit ke-56, sumbangsih Fellaini terbilang cukup apik. Gol Lukaku yang menjadi satu-satunya gol Manchester United pada laga tersebut pun tak lepas dari sumbangsihnya menerima long pass dari area pertahanan United walaupun aksi cemerlangnya tersebut pada akhirnya tertutupi dengan perban di kepalanya yang membuat dirinya terlihat seperti Jimi Hendrix atau raut wajah konyol ala Phil Jones yang menjadi viral belakangan ini.

Laga tersebut, dan bahkan sebenarnya beberapa laga di akhir musim lalu menunjukkan bahwa Fellaini merupakan pemain yang penting bagi Manchester United.

Dan tentu jangan lupakan bahwa ia merupakan pemain dengan jumlah aerial duel wins terbanyak di Manchester United sekaligus menasbihkannya sebagai pemain dengan aerial duel wins terbanyak ketiga di Liga Primer tersebut bersama Jan Vertonghen dan Virgil van Dijk.

Mengenai peran Fellaini sendiri, Mourinho dengan segala permainan pragmatisnya mengakui bahwa Fellaini dengan segala keunggulannya merupakan pemain yang tepat untuk ‘mengganggu’ pertahanan lawan. Sesuatu yang sangat kentara dilihat karena, United sangat rajin melemparkan umpan panjang kepadanya tiap ia ada di lapangan.

Akhir kata, mungkin Fellaini bukan lah tipe gelandang dengan kemampuan olah bola yang ciamik seperti Iniesta, Scholes atau rekan setimnya Paul Pogba namun kehadirannya sebagai senjata yang menurut koresponden Guardian Jamie Jackson, “ugly but effective” harusnya membuat para fans Manchester United menerima kenyataan bahwa Fellaini merupakan pemain kunci mereka dan mulai memberikannya apresiasi yang selama ini tertutup oleh sorakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s